Pages

Showing posts with label passion. Show all posts
Showing posts with label passion. Show all posts

4.06.2013

1st Exercise : Sense of Sight

Show, don't tell
Ini adalah aturan paling penting dalam mendeskripsikan sesuatu pada sebuah tulisan.
Berdasarkan aturan tersebut, maka minggu lalu kami berlatih menulis untuk mendeskripsikan suatu benda. Kebetulan, saat itu di hadapan kami bertebaran berbagai macam cemilan, akhirnya dipilihlah satu cemilan untuk kami deskripsikan bersama.
As we know, kita memiliki 5 jenis indra. Nah, yang kami latih pertama kali ini adalah indra penglihatan.
Karena itu, kami hanya boleh mendeskripsikan si cemilan tadi hanya berdasarkan apa yang kami lihat saja. Dan dalam waktu yang berlalu seperti sekejap mata, inilah tulisanku saat itu :

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

Warna hijaunya mengingatkan pada Hulk, tau kan si tokoh superhero berbadan besar itu? Berbeda dengan Hulk yang berubah jadi hijau karena suatu bahan kimia, warna hijau miliknya kemungkinan diakibatkan oleh pandan atau bisa juga oleh pewarna makanan (eh, tapi itu kan bahan kimia juga ya?). Bentuknya mirip balok (yang setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata bentuknya silinder! Iya, silinder!) dengan lubang kecil memanjang di tengahnya.

Cemilan jenis apakah ia?
(ayo, tebak-tebak berhadiah ^^)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

Karena waktunya yang memang sangat-sangat terbatas, dan aku yang waktu itu mikirnya emang rada lama, jadinya cuman segitu aja..
Minggu ini, rencananya kami akan melatih indra-indra yang lain. Afdolnya sih si cemilan itu hadir lagi di tengah-tengah kami, biar nulis deskripsinya makin mantap. *Bilang aja nagih :p. 

抜き猫

3.29.2013

Mata, Botol, Sakit

Dua minggu yang lalu, seperti biasa kami (komunitas penulis @najmubooks) berkumpul. Tema yang kami bahas kali ini adalah menulis cepat dengan strategi tiga kata, dimana kami memilih tiga kata secara acak. Secara unik, kata yang terpilih adalah mata, botol, dan sakit.
Kami semua harus menulis apapun, dengan syarat harus ada kata mata, botol, dan sakit.
Kelihatan sulit untuk disambungkan, eh?
Kata siapa...

Akhirnya setelah waktu sepuluh menit berlalu, kami saling bertukar tulisan dan membacakannya. Perbedaan tulisan kami semua, (ada yang lucu, ada yang penuh makna, ada yang bercerita fiksi, ada yang ceritanya khayalan banget) membuktikan bahwa memang asosiasi pikiran setiap orang itu berbeda. Dengan tiga kata itu saja, bisa tercipta bermacam variasi tulisan ;)

Dan inilah tulisanku...

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Ngomong-ngomong tentang mata, sebagai salah satu organ tubuh kita yang tentunya seperti kita semua ketahui berfungsi untuk melihat, penting sekali bagi kita untuk menjaga kesahatannya.
Bisa dibayangkan, jika mata kita 'sakit', seperti kondisi mataku sekarang yang minusnya udah tinggi banget, akan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Seperti yang aku rasakan saat ini, betapa kesulitannya aku saat 'kehilangan' kacamata. Entah itu lupa taruh dimana atau juga pecah karena jatuh bahkan patah karena kecerobohanku yang udah ga ketulungan. Saat-saat 'kehilangan' itu menjadi saat yang urgent banget karena segala sesuatu di sekelilingku menjadi buram.
Untungnya, di zaman sekarang dengan teknologi yang semakin canggih, kalo minusnya tebel si lensa bisa ditipisin sehingga tidak akan terlihat tebal. Kalo zaman dulu sih kacamatnya bisa jadi kelihatan kaya tutup botol. Haha :p
Kaya gini nih --> @.@
Maka dari itu penting sekali menjaga kesehatan mata kita. Penyesalan selalu datang belakang, karenanya jaga kesehatan mata kita dari sekarang. :)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Saking cepatnya aku menulis, sampai-sampai ada kesalahan penulisan. Apa ada yang sadar?

Yup, seharusnya aku menulis 'pantat botol' dan bukannya 'tutup botol' -____-
*Hihi, apa jadinya kacamata kaya tutup botol? :))

Setelah sesi pertemuan kami kali ini selesai, dalam perjalanan pulang aku terus memikirkan ide lain dengan kata mata, botol, dan sakit. Mengingat betapa tiga kata itu saja bisa menciptakan berbagai macam bentuk tulisan, berbagai cerita.
Lalu muncul suatu adegan sederhana dalam benakku. Berikut jika adegan itu diterjemahkan ke dalam bentuk kata-kata :

"Tanganku mengaduk-aduk isi tas dengan terburu-buru, mencari sebuah botol kecil berisi cairan bening. Sementara rasa sakit seakan-akan menusuk mataku. Begitu kutemukan botol itu, aku membuka tutupnya cepat. Segera kudongakkan kepalaku dan meneteskan cairan bening di dalamnya. Kukerjap-kerjapkan mataku beberapa kali seraya meraih cermin di atas meja dan menghadapkannya ke arah wajahku. Aku membuka mata dan memperhatikan mataku yang kembali terlihat jernih. Rasa sakitnya pun mulai menghilang meski mataku masih berair. Aku menunjukkan obat tetes mata itu ke arah kamera dan berkata 'Menghilangkan perih, dalam sekejap!' Aku memasang senyum termanis hingga akhirnya terdengar suara sutradara berteriak 'CUT!'."

Rasanya ajaib sekali dengan tiga kata saja bisa muncul berbagai macam ide. Seringkali, kita merasa tak bisa menulis jika tak ada ide. Tapi sebenarnya, kita masih bisa menulis meski tak ada ide, yang tidak bisa itu jika ada ide tapi tak ada kemauan [@nulisbuku].

So, keep writing! ^^

抜き猫

3.23.2012

Menulis, Antara Skripsi dan Cerpen

aku suka menulis.

entah sejak kapan, menulis sudah menjadi hal yang tak bisa aku lepaskan.
menulis adalah jiwaku.

aku ingat, waktu masih jaman sekolah, tugas mengarang adalah satu-satunya tugas yang paling semangat untuk kukerjakan.

waktu smp aku sering membuat puisi, meski hanya kusimpan sendiri.
hanya sekali saja puisi ku di pajang di mading kelas. pujian dari guru bahasa indonesia kala itulah yang telah memacuku untuk terus menulis.

memasuki sma, aku mulai sedikit-sedikit menulis cerpen, dan bahkan novel, meski tak satupun yang selesai.

begitu terjun ke dunia kampus, seiring dengan kesibukan yang terus bertambah, dunia tulis menulis jadi sedikit "terbengkalai".
tapi, karena menulis sudah menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari diriku, aku terus menulis meski hanya sesekali mengikuti lomba menulis cerpen, dan belum pernah lolos seleksi.

namun, itu tak membuat semangat menulisku surut.
menulis adalah duniaku.
dimana aku bisa membuat dunia-dunia baru.

dengan mengikuti lomba-lomba menulis cerpen dan semacamnya, tanpa sadar sudah ada beberapa cerpen yang selesai. :)

di tahun akhir kuliah, saat sedang sibuk-sibuknya menulis skripsi, beberapa saat setelah berita meninggalnya Whitney Houston..
@kampungfiksi mengadakan event menulis cerpen yang diberi nama #tributetoWhitney, dimana siapapun diundang untuk menulis cerpen berdasarkan lagu-lagu Whitney Houston.

aku yang rasanya udah lama banget ga nulis cerpen pun memutuskan untuk mengikuti event ini dengan penuh semangat ^^

di tengah-tengah sibuknya skripsi dan tenggat waktu pengumpulan cerpen yang tinggal sebentar, akhirnya aku berhasil menyelesaikan cerpen #tributetoWhitney kurang dari seminggu! pas 1200 kata... *buatku ini sudah prestasi tersendiri... :D
dan itu adalah cerpen tercepat yang aku selesaikan


lalu, setelah proses segala macam..
akhirnya, cerpenku di muat di buku The Greatest Love of All 2
*banzaii.. banzaii... \(^^)/

About Me

My photo
cat lover, japan addict, spy girl, paparazzi, the nocturnal, plegmatis, book eater, newbie teacher, single happy, travel writer wannabe;