Pages

Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

11.12.2014

Catatan Perjalanan Dieng, Day 1 Wonosobo

Salah satu keseruan yang saya rasakan ketika pertama kalinya kuliah di luar kota, tepatnya di Jogjakarta, adalah acara jalan-jalan.
Berbeda ketika saya S1 di Bandung yang notabene adalah kota kelahiran saya, kuliah di luar kota menimbulkan ketertarikan yang luar biasa untuk menjelajah berbagai macam tempat yang baru saya kenal ini. Padahal tempat-tempat wisata di Bandung saja belum semua saya jelajahi. :p

Keantusiasan saya inilah yang menyebabkan saya tidak bisa menolak ajakan jalan-jalan teman-teman sekelas saya menuju Wonosobo, kota asal salah satu teman saya, Fakih Fauzan.
Memanfaatkan jadwal kosong di sela waktu kuliah, kami semua sepakat untuk berangkat pada hari Rabu sore, 22 Oktober 2014, dari Jogjakarta menuju Wonosobo yang kemudian akan dilanjutkan dengan "mendaki" Dieng.

Setelah menyelesaikan kuliah terakhir pada hari Rabu, kami pulang ke kosan masing-masing, mempersiapkan segala macam alat penjelajahan. Ketika mempersiapkan barang-barang yang akan saya bawa, saya mendadak merasa seperti Sherina saat akan bertanding dulu-duluan dengan Sadam menuju puncak bukit dalam film Petualangan Sherina. (so old time~ :3 )

Karena perjalanan ini akan memakan waktu kurang lebih sehari semalam, saya mempersiapkan barang-barang yang perlu dibawa dengan matang, mulai dari baju sampai alat mandi, tak lupa botol air minum dengan isi satu liter. Teringat kata-kata mas Fakih soal perjalanan yang jauh dan berliku.

Jam sudah menunjukkan pukul 3 lebih ketika saya akhirnya selesai mengepak. Saya pun memutuskan untuk berangkat menuju kampus, menuju meeting point yang telah kami sepakati. Ketika bersiap di depan kosan, memakai sepatu biru kesayangan, saya kebetulan berpapasan dengan salah satu teman kosan yang langsung bertanya, "Mau kemana mba?" Sebuah pertanyaan yang otomatis ditanyakan saat kita melihat seseorang terlihat mau pergi.
"Mau ke Wonosobo," jawab saya santai.
Dengan pandangan bingung teman saya itu bertanya lagi, "Pake motor mba?"
Saya mengangguk yakin, mengabaikan nada ragu yang tersirat dalam pertanyaannya.
"Serius?" tanyanya lagi dengan tidak percaya.
Mendengar nada terkejutnya membuat saya merasa ragu dengan perjalanan yang akan saya lakukan.
Apa perjalanannya begitu berbahaya? Atau, sebegitu jauhnya sampai menimbulkan keterkejutan seperti itu?

Berusaha menjauhkan segala macam pikiran yang tidak perlu, saya memutuskan untuk berangkat dengan memantapkan hati, menghadapi apapun yang mungkin terjadi nanti.

Jarum jam menunjuk angka 4 ketika kami beranjak dari pelataran kampus.
Sepuluh orang, lima motor, dan perjalanan berkilo-kilo meter.

Ini dia sepuluh orang yang ikut dalam perjalanan menuju Dieng.
Mas Fakih (tuan rumah kali ini) dan Erni (istri tercintanya :3), Mas Toto (ketua kelas kami), Mas Andri (fotografer dalam perjalanan ini :D), Zia (orang paling unik di antara kami :p), Nita (my best partner), Natalis (temen narsis bareng :v), Ririn (gadis asli Makassar), dan Sheila (the youngest girl in the class).



Di awal perjalanan semangat masih menggebu, motor yang saya kendarai masih membelah cepat jalanan kota Jogja, ditemain Nita yang duduk manis di belakang saya. Memasuki Magelang, hujan gerimis mulai turun, mengingatkan saya akan Bandung yang seketika membuat saya rindu.
Berhubung Jogja belum sedikitpun mendapat setitik air hujan, gerimis yang saya rasakan di Magelang benar-benar mengobati kerinduan pada hujan yang membasahi bumi.
Meski hanya hujan sesaat.

Waktu magrib telah beberapa puluh menit lewat saat kami memutuskan untuk shalat Magrib, menghangatkan tubuh yang mulai kedinginan. Meski belum memasuki Wonosobo, suhu udara sudah terasa berbeda sekali dengan di Jogja. Di tempat wudhu, sambil meluruskan punggung dan kaki yang mulai pegal, saya membalur tubuh dengan aroma therapy yang sudah saya siapkan. Menghangatkan tubuh sekaligus merilekskan otot.

Selepas shalat, saya merasa kembali segar dan lebih hangat karena efek aroma therapy, kami pun melanjutkan kembali perjalanan. Langit sudah beranjak gelap sejak tadi, sinar matahari digantikan lampu-lampu jalan dan kendaraan yang berlalu-lalang.
Sejujurnya saya berharap bisa sampai di Wonosobo sebelum benar-benar gelap, karena saya selalu mengalami kekhawatiran (entah kenapa) saat menyetir di malam hari.
Tak perlu dibuktikan lagi, memang itulah yang terjadi. xp

Karena saya semakin tertinggal dari teman-teman yang berada di depan saya. Untungnya ada Mas Andri yang mengontrol di paling belakang, jadi saya dan Nita tidak tertinggal apalagi sampai kesasar di tempat yang asing ini. Namun, itu belum seberapa, perjalanan kami semakin sulit ketika hujan mulai turun lagi.
Hujan di siang hari saja sudah cukup membuat sulit, apalagi di malam hari. Kali ini bukan hanya gerimis, hujan deras mendera kami. Celakannya, saya sama sekali tidak punya jas hujan, karena sengaja tidak saya bawa dari Bandung dan berhubung cuaca Jogja yang selalu panas saya belum membeli jas hujan baru. Saya sama sekali tidak memprediksi soal cuaca di Wonosobo akan begitu berbeda.
Kami pun tetap melanjutkan perjalanan berharap menemukan toko yang menjual jas hujan di sisi jalan. Setelah menahan tetesan hujan yang terasa menusuk-nusuk kulit, pandangan yang semakin memburam, dan dingin yang menggigit, Akhirnya kami pun melihat toko jas hujan dan membeli jas hujan murah, melindungi tubuh yang sebenarnya sudah basah kuyup.
Seakan belum lengkap, kami masih harus melalui jalan berkabut, membuat jangkauan mata saya yang sudah minus semakin menurun. Dan saya pun semakin tertinggal jauh.
Melewati jalan berkabut, kami menghadapi kerlap kerlip lampu di sisi jalan yang membentuk tanda seru, memperingati semua pengendara akan adanya turunan tajam. Hujan memang sudah mereda, namun jalanan yang licin selepas hujan membuat saya semakin menurunkan kecepatan.
Saya tak melihat siapapun lagi di depan saya.
Tak tahu berada dimana dan tak yakin seberapa jauh lagi tujuan kami.
Apalagi saya pikir di belakang saya tak ada siapa-siapa, karena saya sempat melihat Mas Andri menyusul saya dan tak melihatnya lagi setelah itu.

Ketika turunan-turunan telah kami lalui dan hujan kembali turun, Nita menyarankan untuk gantian menyetir. Saya pun mencari tempat yang saya rasa nyaman untuk berhenti, menekan rem, kemudian turun dari motor. Saat itulah motor Mas Andri beserta Ririn melewati kami, berhenti beberapa meter di depan motor saya. Sama sekali tak menduga kemunculannya.
Jadi selama ini sebenarnya mereka ada di belakang kami.

Saya kembali mengalihkan perhatian pada Nita yang beranjak meraih setir, merasa aman setelah ia memegang stang, saya melepas pegangan saya. Lalu, saat perhatian saya teralih pada tas Nita yang terlihat berat dan berusaha mengangkat tasnya, saya melihat motor saya telah terguling membuat saya kaget seketika. Kok bisa? Padahal saya sama sekali tidak merasa motor itu terjatuh.

Dengan panik, saya berusaha mengangkat motor belum sadar bahwa kaki Nita juga terperosok ke selokan kecil di pinggir jalan. Saya lalu mengecek kondisinya, memastikan bahwa ia baik-baik saja. Kemudian Mas Andri menghampiri kami, ikut membantu kami dari "kecelakaan kecil" tersebut.

Setelah menenangkan diri dan memastikan kami siap melanjutkan perjalanan, saya, Nita, Mas Andri, dan Ririn kembali menelusuri jalan. Sudah benar-benar ketinggalan dari yang lain.
Di pertigaan jalan yang saya tak tahu dimana, kami berhenti tak tahu pasti kemana harus pergi.
Hingga akhirnya kami menghubungi salah satu teman kami.

Mengikuti petunjuk, kami belok ke arah kanan mencari pom bensin tempat yang lain menunggu sekaligus memberi asupan energi baru untuk motor kami. :D

Setelah sepuluh orang berkumpul kembali, kami melanjutkan sisa perjalanan menuju rumah Mas Fakih, yang sudah tak seberapa jauh lagi.

Jam 9 malam, akhirnya kami berhenti di depan sebuah rumah. Saya benar-benar merasa lega karena perjalanan hari ini akhirnya berakhir. Ini perjalanan terjauh dan tersulit yang pernah saya tempuh.

Saya hanya ingin mandi, makan, lalu tidur.
Masih ada perjalanan yang harus ditempuh besok pagi.

Menuju puncak tertinggi. Dieng. :3
   

4.21.2012

Catatan Perjalanan Karimun Jawa, Day 5

Naik sepeda keliling pulau karimun jawa.
Rencana semula sebenernya itu.
Ada tempat buat sewa sepeda soalnya disini.., sekalian juga cari oleh-oleh buat orang-orang.

Tapi, apa daya.
Serangan mabuk lautnya masih tersisa. Kata ayah aku sih kemungkinan masuk angin, bukannya mabuk laut.

Tapi jangan-jangan aku sebenernya keracunan makanan gara-gara makan roti yang udah lewat sehari best before nya. :p
Dan gara-gara itu aku terkapar terus sepanjang hari.
Bangun cuma buat packing sama mandi sama makan.

Mendekati waktu keberangkatan aku masih aja pusing-pusing, sampe nyaris telat naik kapal.
Waktu udah masuk kapal, langsung nelen antimo lagi dan pesen pop mie. Entah kenapa, makan pop mie lumayan ngilangin mabuk..

Tadinya sih mau langsung tidur aja biar ga kerasa perjalanannya. Tapi, ayah aku ngajakin ke luar. Ke dek kapal.
Dan rasanya menyegarkan banget. Angin adalah salah satu hal yang bisa nyembuhin mabuk.

Setelah sedikit menyembuhkan diri diantara hembusan angin, kami balik lagi ke dalam. Berkat antimo, tak berapa lama aku pun tertidur.

Tau-tau sampai deh di pelabuhan jepara. Namun, perjalanan masih panjang. Aku masih harus menempuh waktu sekitar 8 jam untuk sampai ke bandung dengan menggunakan bis.

Catat : BIS.

Seenggaknya bus nya bus yang nyaman. Jadi, kali ini ga akan mabuk darat.

Tapi, dugaan aku salah.
Berbeda dengan perjalanan Bandung-Jepara, perjalanan Jepara-Bandung terasa memabukkan. Padahal bis nya sama. Jalan yang dilalui pun sama.
Curiga ini supirnya beda. Guncangan selama perjalanan begitu terasa.

Begitu sampai rumah, aku tidur terus selama satu hari penuh. :<

Catatan Perjalanan Karimun Jawa, Day 4

Hari ini jelajah pulau lagi!
Mengingat betapa seru nya perjalanan kemarin, maka hari ini pun aku berangkat dengan penuh semangat ! ^^

Dan seperti biasa, jadwalnya snorkeling, berenang, jelajah pulau, dan hunting foto. Satu yang spesial dari perjalanan hari ini adalah kita dapet kesempatan buat berenang bareng hiu. :D

Pulau pertama yang kita kunjungi merupakan pulau sepi tanpa penghuni. Berbeda dengan pulau-pulau yang dikunjungi kemarin, pulau yang ini ada dermaganya. Dermaganya dari kayu-kayu gitu, jadi rasanya 'kepulauan' banget... :)
Pesisir pantainya lebih kerendem air dibanding pulau-pulau sebelumnya. Dan yang pertama keliatan di pulau ini adalah hutannya. Serasa terdampar di pulau terpencil.
Kali ini, awak2 kapal yang lain kebanyakan pada milih snorkeling. Yah, berhubung aku udah agak mabuk laut jadinya aku lebih memilih jelajah pulau...
Setelah berjalan agak jauh baru deh nemu pantai nya. Pasirnya putiiiiih.... Dan salah satu keinginanku yang lain kalo main ke pantai yaitu nulis nama di pasir.
Karena kemarin asik nyari kerang jadinya kelupaan.. Nah, ini dia sekarang kesempatannya. Berbekal ranting pohon yang patah, aku menggoreskan nama di atas pasir..

Wuiiih. Keren.

Melanjutkan perjalanan ke pulau selanjutnya mabuk laut ku jadi semakin parah. Begitu sampai pulau dan beres makan siang, aku langsung jatuh tertidur di bawah pohon kelapa.. Adem banget, semoga aja bisa nyembuhin.

Tapi, ternyata malah tambah parah. Apalagi waktu ngelanjutin perjalanan ke tempat penangkaran hiu, di tengah laut kapalnya berhenti dulu buat snorkeling (lagi).
Ini jadi kondisi yang ga enak banget buat aku yang masih diserang mabuk laut. Pilihannya cuma dua, diem di kapal atau ikut berenang di laut.
Sebenernya dua-duanya bikin pusing, tapi berenang di laut jauh lebih baik daripada harus diem di atas kapal (goyang-goyang, goyang-goyang).

Untungnya aku berenang, jadi bisa difoto di bawah laut. Diantara karang-karang yang cantik.
Begitu sampai di wisma apung, tempat penangkaran si hiu-hiu. Aku lebih memutuskan untuk duduk diam dan mengamati anak2 MB 2008 foto sama pari. Berenang sama hiu nya ga se ekstrim yang aku bayangin ternyata.... Jadi aku cuma foto2 in mereka aja. Udah ga kuat deh buat berenang2 lagi..

Sepanjang perjalanan pulang pun aku cuma diam, berharap cepat sampai ke homestay. Pengen banget istirahat dan minum yang anget-anget..

Kalo hari pertama jelajah pulau aku berpikir 'ngga apa-apa deh naik kapal kaya gini buat nyebrang dari jepara ke karimun'.
Hari kedua aku berpikir 'ngga mau lagi naik kapal dalam waktu dekat'.

Masalahnya, kalau ngga mau naik kapal, nanti pulang dari sini ke pelabuhan jepara gimana? :'(

4.20.2012

Catatan Perjalanan Karimun Jawa, Day 3 Part 2

Pulau pertama sudah terlihat!



Dan jernihnya lautan semakin terlihat, permukaannya kerlap-kerlip disiram cahaya matahari, dan pasirnya yang putih...
Baru sekali ini aku lihat langsung dan menjejakkan kaki di pantai yang masih bersih dan begitu indah...
Begitu perahu menepi dan aku benar-benar menginjakkan kaki di atas pasir. Hal yang pertama kulakukan adalah mengumpulkan kerang (keinginan dari zaman dulu kala akhirnya terkabul ^^)

Di pulau pertama ini aku ngelilingin pulau ngumpulin kerang sambil foto-foto, hahaa.. :D
Sementara anak2 MB 2008 malah pada main kubur2an di pasir..

Pulau pertama ini asik bangeet.. Kerangnya banyak, cantik-cantik, tapi ga boleh dibawa pulang katanya.. :p
Terus makan siangnya ikan bakar.. Ngga tau deh nama ikannya apa, tapi enaaak bangeeeet... :q Udah cape keliling pulau, makan ikan super enak.. Wuiiih, mantap.

Dan siapa sangka, di pulau ini ada kucing juga... This is it!
Kucing pantai.


Rasanya sedih juga harus ninggalin pulau pertama, masih lumayan betah disana. Tapi masih banyak pulau lain yang harus dikunjungi, lanjut ke pulau kedua... Wuuushh~

Kalau di pulau pertama pesisir pantainya luas, di pulau kedua ini pesisir pantainya cukup sempit, karena memang banyak warung-warung makanan di pinggir pantai.
Dan tujuan pertama datang ke pulau ini adalah makan (atau minum ya) es kelapa muda.. ^^
Langsung dari kelapanya.
Di Bandung juga ada sih sebenernya, tapi feel nya beda aja makan es kelapa muda di pinggir pantai gini.. :D


Entah karena kelamaan berenang + snorkeling, entah karena makan/minum es kelapa muda tiba-tiba jadi kepingin ke toilet.
Kagetnya, masuk toilet disini bayar 2000! Padahal cuma dari bilik dan ditutupin terpal doang. Sama sekali ga ada pintunya... :D
Ini namanya, tingkat kebutuhan tinggi harga juga tinggi. Ck Ck Ck
Jadi, kalo ke toilet di mall cuma bayar 1000 itu masih murah, apalagi toiletnya bagus dan nyaman...

Dan tujuan kedua kita mengunjungi pulau ini adalah HUNTING SUNSET!
Bagian yang aku suka bangeeet... Event yang paling ditunggu-tunggu nih. >_<
Sambil nunggu waktunya sunset, lagi-lagi aku berburu kerang. :D
Habis mau keliling berbagai pulau berkali-kali dan sepanjang apapun juga selalu ada bentuk kerang yang berbeda. Selalu nemu bentuk kerang yang unik. Makannya ga bosen-bosen.

Waktu matahari udah mulai tenggelam, langsung deh cari spot-spot foto yang bagus.
Warna langitnya jingga banget. Begitu pula warna laut yang memantulkan jingganya di permukaan.
Perjalanan hari ini pun ditutup dengan sunset yang tak terlupakan.

4.09.2012

Catatan Perjalanan Karimun Jawa, Day 3 Part 1

Mulai hari ini jelajah pulau, yeiii~ \(^^)/ *asik asik, asik asik...

Ngeliat rundown acaranya aja udah bikin happy.

Kegiatannya dipenuhi sama jalan-jalan di pulau, berenang, snorkeling, hunting foto, berburu sunset, berburu sunrise, ke pasar rakyat. Wuiiih~

Dengan berbekal kamera, snack, baju ganti, tissue basah dan sunblock aku siap untuk berpetualang. *ups, antimo juga..
Bersama-sama kami berjalan menuju dermaga, siap menaiki kapal yang menanti kami untuk menyebrang.

Teriknya matahari tetap membuat kami bersemangat. Aku menikmati angin yang berhembus kuat saat kapal berjalan. Meski suhu disini panas anginnya tetap terasa menyejukkan.

Setelah beberapa lama memandangi langit yang luas dan lautan yang dalam, akhirnya perlahan-lahan aku bisa melihat ikan-ikan kecil yang berenang kesana kemari dan indahnya karang yang menjadi latar belakang ikan-ikan itu. Pertama kali aku lihat laut sejernih ini. Padahal jaraknya masih agak jauh dari pulau terdekat. *sugoiiii~ (menakjubkan, red.)

Dan kapal pun berhenti.

Waktunya berenang. Waktunya snorkeling.
Dengan alat-alat snorkeling yang telah disiapkan kami semua bersiap untuk terjun menikmati indahnya lautan disini.
(foto : dokumentasi pemandu)

Dibantu oleh seorang pemandu aku menyelam (sebenernya cuma masukin kepala aja ke dalem laut) dan melihat keindahan lautan ini. Ikannya, karangnya, dan sinar matahari yang menerobos masuk ke dalam laut.

Subhanallah~ ^^ *terkagum-kagum

Asiknya lagi dapet kesempatan buat difoto bawah laut. cihuuiii~


4.07.2012

Catatan Perjalanan Karimun Jawa, Day 2 Part 2

Dengan berakhirnya kunjungan ke PO Nusantara ini, berarti waktunya kita semua menuju Pelabuhan Jepara.
Selama perjalanan Kudus-Jepara, sepanjang jalan terhampar pemandangan sawah yang luas, diiringi musik-musik lawas yang diputar di bus. Syahdu.

Berhubung suhu di bus dingin banget, begitu sampai pelabuhan kerasa banget perubahan suhunya. Ekstrim.
Suhu di pelabuhan ini panas banget, sumu (gerah, red.).
Makannya kalo ada angin yang lewat tuh rasanya adeem bangeet.. *Bentangin tangan dan merasakan angin yang berhembus.

Masih ada cukup waktu sebelum kapal berangkat, kami berdua pun menuju masjid yang ada di pelabuhan. Begitu air wudhu membasuh tubuh, cesss.. adem nya. Rasanya kepingin disini terus.. :D
Tapi tujuan akhirnya kan Karimun Jawa, bukan Jepara..

Begitu masuk kapal, suhu berubah panas lagi. Maklum banyak orang, dan kebetulan di kelas Eksekutif C ga ada AC nya.. Dingin. Panas. Dingin. Panas.
Semoga aja ga bikin panas dingin.

Meski penyebrangan dari pelabuhan menuju Karimun Jawa ini hanya 2 jam, tapi untuk mencegah mabuk laut yang mungkin saja terjadi karena ini pertama kalinya aku naik kapal.
Sekali lagi, aku nelen antimo.

Tak lama setelah kapal berangkat, aku tertidur.


Setelah hampir 2 jam ...

Entah karena kebiasaan tidur di kendaraan, aku tuh kaya udah punya feeling kalo udah mau sampe tempat tujuan pasti terbangun. Makannya beberapa saat sebelum sampe di pelabuhan Karimun Jawa, mataku melek dengan sendirinya.

Salah satu dosen mb yang duduknya di sebelah aku bilang pulau nya udah mulai keliatan. Tapi semaksa apapun aku pengen liat pulaunya dari jendela, itu pulau tetep ga masuk ke area penglihatan aku.
Posisi jendelanya ga sejajar sama barisan tempat duduk aku soalnya..., lebih tepatnya sejajar sama satu baris di belakang tempat duduk aku.
Bisa-bisa terkilir ni leher kalo maksa nge liat. :D

Ga lama kemudian, pulau nya keliatan!
Hurray, sebentar lagi sampaiiii..... >_< *udah ga tahan pengen keluar dari kapal.

Perlahan-lahan kapal melambat, dengan berpegangan pada ayahku aku berdiri dekat pintu keluar. *bisi jadi anak ilang...

Whoaaa~ betapa senangnya menghirup udara di luar sini setelah 2 jam terkurung dalam kapal.
Meski udaranya terasa sedikit panas, tapi pemandangan pulaunya bagus banget...

Finally..., aku menginjakkan kakiku di Karimun Jawa. \(^^)/
Sekali lagi, tanpa mabuk kendaraan. *peluk antimo

Dan akhirnya, dengan menggunakan mobil yang sudah disediakan kami semua menuju homestay.
Waktunya istirahat... ^^

4.06.2012

Catatan Perjalanan Karimun Jawa, Day 2 Part 1

Sekitar jam 8 pagi, kami tiba di PO Nusantara, Kudus.

Apa itu PO? | PO = Perusahaan Otobis.

Bus Nusantara yang aku tumpangi selama perjalanan Bandung-Kudus ini memang terasa berbeda dibanding bus-bus lain yang pernah aku tumpangi.
Waktu memasuki PO Nusantara ini, garasi nya emang luaaas bangeeet...
Saking luasnya sampe ga bisa masuk semua ke display kamera :D

Nah, pas di jelasin soal bus-bus di PO Nusantara ini, emang keren-keren deh busnya.
Ada bus yang pernah di sewa Pa SBY waktu masa-masa kampanye.
Ada juga bus khusus pengantin, dimana ada kamar riasnya segala..
Sewa bus nya juga 5 juta sehari.. tapi emang keren banget busnya...











Lebih kerennya lagi, PO Nusantara udah pake GPS sebelum PO-PO lain pake buat mantau kondisi bus-busnya.
Hihi.. jadi inget game virtual city, kalo kendaraan-kendaraan yang kita punya rusak langsung kepantau dan bisa langsung dibenerin, bahkan bisa di upgrade.

Terus, waktu PO Nusantara dikunjungi oleh Menteri Perhubungan, PO-PO lain langsung disarankan untuk menggunakan GPS juga...
Ada hal lain yang bikin bus-bus nya PO Nusantara nyaman.
Mesinnya.
Aku ga ngerti pas ngebahas perihal mesin-mesinan ini, maknnya bingung juga mau nge jelasinnya.

Tapi satu hal, mereka (PO Nusantara) ini selalu mau belajar hal-hal baru.
Bisa dibilang itulah hal yang bisa membuat PO Nusantara ini lebih maju.

4.04.2012

Catatan Perjalanan Karimun Jawa, Day 1



Sejak naik bus Jogja-Bandung selama 8 jam, aku berpikir ga akan pernah mau naik bus lagi, terutama kalo perjalanannya jauh! Ga tahan mabuk daratnya..


Tapi siapa sangka aku bakal naik bus lagi?

Waktu ayah aku ngajakin ikut berlibur (aslinya sih KKL manajemen bisnis (mb)2008) ke Karimun Jawa, aku iya-iya aja. sama sekali ga 'ngeh' kalo dari Bandung sampe pelabuhan (yang letaknya di Jepara) itu naik bus, selama kurang lebih 8 jam. 8 JAM!! o_O

Udah gitu harus naik kapal ya buat nyebrang nya.. -__-
Telat banget nih nyadarnya, udah tinggal berapa hari lagi pergi baru kepikiran soal mabuk perjalanan.. :p
Selama ini cuma hore-hore aja mau pergi ke karimun jawa :D

Walaupun katanya bus yang bakal kita tumpangin itu bagus, beda sama bus-bus lain yang biasa aku tumpangin, tapi buat aku bus ya tetep bus.
Maka akhirnya, aku memutuskan untuk menelan si antimo, teman perjalananku yang setia.
Anti mabuk! darat, laut, dan udara!
Hahahahaha... :D bus atau kapal, lewaaaat.....


15.00 | 03.29.2012

Kita-kita (aku, dosen-dosen mb, mahasiswa 2008) udah pada ngumpul nih di depan bus. Begitu aku naik ke bus, beneran beda loh busnya. Kursinya mirip-mirip sama kursi di pesawat tapi tanpa tv di kursi depannya (sok tau, padahal belum pernah naik pesawat :p). Jarak antar kursinya juga lowooooooongg... bangeeet....
Kalo ac nya sih sama aja, dingin. (ya iyalah)
Makannya di tiap kursi disediain selimut (sayang ga bisa dijadiin suvenir. *eh)
Dan begitu di dudukin, lega loh tempat duduknya.... ^^

Tapi tetep aja, bus ya bus.
Karena persepsi awal aku tentang bus udah ga bagus, jadinya aku udah sugesti pasti mabuk kalo naik bus. Belum berangkat aja udah puyeng... *.*

Begitu bus keluar gerbang kampus, langsung aja aku nelen antimo (satu aja ko, ga banyak-banyak).
Selama perjalanan aku ngeliat aja keluar jendela, ngamatin rintik-rintik hujan yang mulai turun.
Eh.., belum lama, belum juga bener-bener kerasa bedanya ini bus sama bus-bus yang biasa aku tumpangin, kita semua turun dulu di pool bus nya. *belum pada shalat ashar uy!

Menjelang magrib, kita yang niatnya mau sekalian magrib disini karena bus katanya berangkat lagi jam 18.30, tiba-tiba diminta naik lagi. Magrib nya ditarik ke isya katanya... *becak kali ditarik-tarik..
Naiklah kita semua ke bus, berangkaaaat.... *satu do'aku, semoga antimonya masih ngefek.


Dan sepertinya do'aku terkabul, karena tiba-tiba aja aku udah ada di Cirebon.
Cirebon! Rumah Makan Kalijaga, sekitar jam 10 malam.

Yuhuuu, aku ga mabuk darat. >_< *cium-cium antimo.

Makan malemnya ala parasmanan gitu.. dan di antara lauk-lauk yang tersedia di situ, yang paling enak cuma tempe tepungnya aja.. *masukin tempe ke plastik.

Begitu makan malem selesei, kita lanjut perjalanan menuju kudus. Si antimo kayaknya mulai kehilangan efeknya nih.., selama perjalanan ga tau udah berapa kali ganti posisi tidur, pegel. :<
Terakhir kali ganti posisi, dalam kesadaran yang samar-samar kayanya ada yang nyuruh mandi. Liat jam, udah jam 5 subuh.
Ayah aku udah turun duluan,aku ngikut turun dan baru sadar ternyata kita ada di SPBU!
Oh.. di SPBU bisa mandi juga ternyata, kirain cuma bisa isi bahan bakar..
Pas aku nyari ayah aku buat minta kunci tas, ayah aku nya udah main ngilang aja. *perasaan ga lagi main petak umpet..

Cari di toilet cowok, ga mungkin masuk. Di bus, ga mungkin ada. Keliling SPBU , luas banget tu SPBU. Di sms, ga dibales. Di telepon, gagal.
Akhirnya nyerah deh, nunggu di tempat parkir kaya anak ilang sambil telepon berkali-kali.
1 menit.. 5 menit.. 10 menit..
Sampai akhirnya ga tau menit ke berapa yang udah serasa ber jam-jam ayah aku muncul, and finally I got the key! \(^^)/

Setelah ngebut mandi dan minum kopi super cepat, kita semua berhenti menuju perhentian pertama.

Kunjungan ke PO Nusantara! First pit stop! *nyengir lebar

About Me

My photo
cat lover, japan addict, spy girl, paparazzi, the nocturnal, plegmatis, book eater, newbie teacher, single happy, travel writer wannabe;